Mengenal Lakeview di Samboja, Eks Lahan Tambang "Disulap" Menjadi Destinasi Wisata IKN

img

Penampakan Lakeview di Kecamatan Samboja yang masih dalam tahap pembangunan (foto : Istimewa)

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Sebagai pengusaha lokal di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Banyak kesempatan yang dapat diambil, termasuk di sektor pariwisata. Seperti yang dilakukan PT Laju Lahan Digital (Lajuland), sebuah perusahaan asal Kaltim. Mengambil kesempatan ini dengan mengembangkan destinasi wisata yang berdomisili di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

 

Memiliki nama Lakeview, destinasi wisata ini digadang-gadang menjadi wisata milenial IKN. Bukan hanya karena Samboja yang menjadi bagian IKN. Namun juga karena konsepnya yang tidak kalah dengan wisata-wisata di Pulau Jawa seperti HeHa Skyview dan Obelix Hills.


Terletak di lahan eks tambang seluas 11 hektare di Kelurahan Seluang Kecamatan Samboja yang kini disulap menjadi kawasan destinasi wisata. Lakeview menjual banyak daya tarik bagi wisatawan.

 

Diceritakan Direktur Utama PT Lajuland, Robby Susanto, perusahaannya sudah mengembangkan wisata ini sejak tahun 2023 lalu. Tepatnya di bulan Maret, dimana salah satu investor Lajuland mengajak Robby untuk mengembangkan wisata di lahan miliknya. Yang merupakan lahan eks tambang di Sungai Seluang.

 

"Memang kami sudah kembangkan wisata resor di Pantai Ambalat, namanya Ambora. Sekarang kita ingin kembangkan wisata lain, yang milenial menjual pemandangan," cerita Robby saat dihubungi Poskotakaltimnews, Kamis (19/1/2023).

 

Area eks tambang tempat Lakeview dibangun ini sendiri telah berhenti beroperasi sejak tahun 2012 silam. Dan setelah sepakat bersama pemerintah dan masyarakat setempat. Robby kagum pemandangan di lokasi tersebut, meski belum tertata baik. Sebab lahan tersebut merupkan eks tambang, alhasil suasananya masih gersang dan kering,

 

Robby pun membangun perusahaan lagi bernama PT Lakeview Sungai Seluang dan mengembangkan master plan. Ia menjelaskan eks tambang tersebut merupakan tantangan baginya dan tim untuk bagaimana dapat menyulap sebuah area eks tambang menjadi destinasi wisata, selain mempengaruhi perputaran ekonomi warga sekitar, juga menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah.

 

“Sebelum mengeksekusi untuk dibangun tempat wisata kami melakukan perundingan, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah kecamatan, kelurahan, RT serta tokoh masyarakat,” ungkapnya.

 

Wisata IKN ini nantinya akan menghadrikan beberapa fasilitas, diantaranya adalah Resto, Rainbow Slide sepanjang 150 meter, Skywalk, 3DVR, Invisible Town, Skydeck, Ampitheater, Kids Playgroynd dan Souvenir. Robby menyebut, pihaknya hingga saat ini baru mempergunakan sekitar lima hektare lahan.

 

“Nantinya, akan dikembangkan lagi untuk wisata. Sama halnya dengan danau bekas galian tambang yang belum disentuh, untuk saat ini kami masih konsen dibagian atas,” tuturnya.

 

Desinasi wisata yang diperkirakan akan mulai buka pada bulan Maret 2024 ini, tentunya tidak hanya memperhatikan keindahan namun juga kenyamanan, keamanan dan keselamatan para wisatawan menjadi prioritas utama.

“Maret nanti soft opening, nanti saat pembukaan kita juga akan membatasi pengunjung. Kita sekarang fokus penghijauan dan pembangunan dahulu,” tutup Robby. (*tan)